Langkah2 yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis internet, yaitu:
1. Mencari IDE tentang produk/jasa yang akan dijual
2. Melakukan RISET untuk IDE tersebut
untuk melihat potensi pasar/market untuk IDE kita tersebut. Untuk melakukan RISET ini diperlukan program, yaitu BROWSER (Internet Explorer, Firefox, Opera dll) untuk melihat seberapa banyak yang menyediakan data tersebut.
3. Kumpulkan informasi dan materi berkaitan dengan IDE yang sudah dipilih
Dianjurkan untuk menambahkan sesuatu sehingga website kita tidak sangat2 mirip dengan website lain, tambahan ini bisa berupa artikel ataupun gambar yang berasal dari buku ataupun sumber2 lain di internet.
Jika memungkinkan, carilah afiliasi untuk website anda. Dengan afiliasi, website anda bisa menghasilkan uang walaupun anda sendiri tidak memiliki produk untuk dijual, dengan kata lain anda bisa menjualkan produk/jasa milik orang lain.Yang dimaksud dengan afiliasi adalah kerjasama penjualan. Jadi misalkan anda sudah mempunyai web site dengan topik Handphone, anda bisa mendaftar menjadi afiliasi dari website yang menjual rangkaian Handphone. Setelah mendapat persetujuan afiliasi, anda akan mendapat kode program yang harus anda cantumkan dalam website anda. Jika ada orang yang membeli rangkaian Flower melalui iklan di web site anda, maka anda akan mendapat komisi.
5. Beli nama domain
Setelah anda memiliki materi yang cukup lengkap, maka anda bisa membeli nama domain yang cocok dengan topik yang anda pilih. Karena contohnya adalah tentang Handphone, maka usahakan nama domain anda MENGANDUNG kata Handphone yang menjadi keyword tersebut, contohnya: www.handphone.com, www.Servicehandphone.net, www.myhandphone.com, dan sebagainya. Usahakan tidak memilih nama yang sangat berjauhan/tidak ada sangkut-pautnya dari Handphone, sehingga mempermudah dalam membuat SEO (Search Engine Optimization).
Untuk yang serius menekuni Internet Marketing, tidak disarankan untuk menggunakan domain gratis (seperti geocities, blogger dsbnya) karena beberapa alasan. Yang terutama adalah Anda tidak mempunyai hak penuh atas domain gratis tersebut, jadi sewaktu-waktu bisa di 'break'/dihentikan oleh pemilik website bahkan tanpa memberi penjelasan apapun. Kalau website anda sudah menghasilkan pendapatan yang besar, maka berarti berhenti pula penghasilan dari website tersebut. Domain gratis juga berpengaruh pada kredibilitas kita untuk afiliasi, ada afiliasi yang menolak bekerja sama jika kita menggunakan domain gratis. Domain gratis bisa berguna untuk testing dan belajar. Jadi misalnya kita ingin mentest suatu pasar/market, maka bisalah digunakan untuk melihat seberapa banyak orang yang akan mengunjungi web site kita, setelah mengetahui bahwa banyak yang mengunjungi barulah kita membeli nama domain. Domain gratis bisa dimanfaatkan juga untuk belajar cara2 membuat homepage, cara2 mendapatkan traffic, cara2 promosi dan sebagainya.
6. Beli Hosting dan buat homepage nya
Setelah beli domain, maka kita harus menyewa hosting. Mungkin anda bingung, apa bedanya domain dengan hosting? Lebih gampangnya bisa dijelaskan dengan perumpamaan. DOMAIN itu bisa di analogikan dengan kita menyewa nama (ingat, NAMA saja, contoh kita menyewa nama domain www.handphone.com), sedangkan HOSTING itu berarti kita menyewa TEMPAT (ingat, TEMPAT saja). Contohnya: kita menyewa nama domain www.handphone.com, dan kita menyewa hosting sebesar 20 MB. Berarti kita menyediakan tempat sebanyak 20 Megabytes untuk menampung file2 kita (bisa berupa gambar, suara, tulisan dan sebagainya), dan kita menyebut tempat itu dengan nama www.handphone.com. Setelah sewa domain dan sewa hosting, maka tentunya harus kita 'isi' dengan materi yang diinginkan.
7. Promosikan Web site anda
Setelah sewa domain, sewa hosting, mendesign homepage, maka langkah berikutnya adalah memperkenalkan homepage anda tersebut hingga bisa diakses dari seluruh penjuru dunia. Kalau anda tidak melakukan promosi, maka akan sangat sedikit orang yang mengenal homepage anda, dengan kata lain pengunjungnya hanya sedikit, dan kalau pengunjungnya sedikit otomatis penghasilan juga sedikit. Promosi yang bisa dilakukan dengan bermacam2 cara, tapi pada dasarnya ada dua macam promosi yaitu promosi ONLINE (di internet) dan promosi OFFLINE (diluar internet, misalnya promosi di koran, majalah, brosur dan sebagainya).
8. Pantau terus perkembangan website, lakukan perbaikan yang diperlukan
Setelah promosi, maka perlu dilakukan review terhadap hasil promosi yang telah dilakukan. Misalnya setelah dilakukan promosi, ternyata impression naik banyak tetapi tidak ada yang click ataupun melakukan pembelian, jadi pengunjung hanya datang sekilas, lalu pergi lagi tanpa melakukan apa2. Nah kalau kasusnya seperti ini berarti pasar yang dituju memang 'ramai' yang dibuktikan dengan banyaknya pengunjung (impression), tapi kalau tidak ada yang meng'click' berarti pengunjung 'tidak tertarik' atau 'topiknya tidak sesuai', jadi pengunjung langsung pergi lagi setelah mereka melihat isi homepage anda. Pada bab-bab selanjutnya hal ini akan dibahas lebih mendalam.
Kalau sudah memperoleh respon positif dari pengunjung, maka langkah berikutnya adalah mengumpulkan hal-hal positif yang sudah anda dapatkan tersebut dan menerapkannya dalam homepage anda berikutnya. Jadi semakin banyak anda mencoba, tentunya makin banyak respon positif yang sudah anda kumpulkan, dan semakin banyak terkumpul respon positif tersebut, makin baguslah homepage anda, dan berarti semakin besar pula penghasilan yang akan didapatkan.
Begitulah prinsipnya, jadi Internet Marketer yang 'senior' (jam terbangnya banyak) cenderung akan lebih mudah memperoleh penghasilan besar karena ia sudah bisa membaca kemauan pasar dari berbagai percobaan yang telah dilakukannya dan bisa 'menembak' pada target market yang diinginkannya dengan tepat. Tapi ada pula beberapa Internet Marketer yunior (jam terbangnya masih sedikit) yang mempunyai analisa secara cermat dan menembak target market dengan tepat, orang2 ini sudah mempunyai penghasilan yang tidak kalah besarnya dengan para senior. Jadi prinsipnya: “Temukan tambang emas anda secepat mungkin”.
0 komentar:
Poskan Komentar